PuiSi PenDeriTaan HiDup. Hidup bagai roda yang selalu berputar, kadang di atas kadang pula di bawah. Seperti seseorang dalam puisi penderitaan hidup yang akan kamu baca di blog berita remaja. Menuangkan ungkapan gejolak jiwa dan perasaan saat hidupmu menderita lewat puisi jauh lebih baik daripada mengungkapkannya lewat tindakan seperti bunuh diri, akan lebih baik lagi jika kamu bertawakal kepadaNya, mohon petunjuk dan bersabarlah karena penderitaan itu pasti akan berakhir.
Puisi penderitaan hidup atau puisi derita cinta ini salah satu contoh dari sekian ungkapan berupa bait-bait puisi dari seseorang yang mengalaminya. Seperti pada tulisan sebelumnya, saya pernah membuat postingan berjudul kisah paling sedih dimana seorang wanita menderita karena cinta, atau pada tulisan puisi jeritan hati yang juga tak kalah menarik untuk dibaca. Untuk kali ini, saya mengajak kamu membaca sebuah puisi kesedihan yang telah saya beri judul “PUISI PENDERITAAN HIDUP”.
PuiSi PenDeriTaan HiDup
Aku bagaikan pohon yang tumbuh diatas bebauan
aku tak akan bisa tumbuh subur seperti pohon-pohon yang tumbuh di tanah yang subur
AKu akan hijau bila ada kebaikan sang hujan menyirami tubuhku
dan akan kering bila tak ada hujan yang turun menyirami tubuhku
Daunku akan gugur
Tak ada lagi yang memayungiku dari sengatan terik matahari
Dan tubuhku akan kering….
Atau bahkan aku akan mati…Bbegitulah hidupku yang sekarang ini
Tak ada kebahagian yang menghampiriku
Tak ada tawa lagi yang bisa menghiasi bibirku
Yang ada hanya luka dan penderitaan yang berkepanjanganKadang aku berfikir hidup sudah tak ada gunanya lagi
Ingin rasanya aku mengakhiri derita ini
Biarkan aku mati
Dan biarkan juga pohon lain tertawa melihat kepergianku
Mungkin inilah yang terbaik
Daripada mati segan hiduppun menderita…Saat orang disekelilingku bahagia
Memiliki cinta
Bisa bercengkerama satu dengan yang lainnya
Bisa berbagi saat dia ada masalah..
Dan bisa menenangnkannya saat dia menangis…Tapi aku…
Aku sendirian..
Tak ada teman yang menenangkanku saat aku menangis…Oh Tuhan…
Mungkin ini sudah takdir hidupku…
Aku harus hidup sendirian.
Tak ada cinta yang mendekapku saat aku merasa kedinginan..
Tak ada yang menghapus air mataku saat aku meratapi hidup..Tapi aku masih beruntung masih ada sang angin yang coba menghiburku
Walaupun keadaanku mengenaskan
Tapi dia coba menghiburku dengan membuai lembut tubuhku
Walau tubuhku rapuh dan akan patah bila dia buai dengan keras…
Tapi tampaknya sang angin begitu mengetahui kondisiku
Dia membuaiaku dengan lembut..
Bagaikan merawat sang bayi.
Dan berbisik
“Kau harus bisa melalu hidup ini”
Hidup ini memang keras
Tak ada yang mudah dalam hidup ini
Tapi yakinlah disetiap detik penderitaanmu pasti akan ada segudang kebahagian
Untukmu yang akan segera datang dan mengubah hidupmu
Tapi ketika kamu bahagia jangan pernah kau terlalu larut dalam kebahagiaan ituTapi tampaknya sang malampun ikut menemaniku kali ini
Dia seolah berlomba menemaniku
Saat aku kedinginan dia membalutku dengan gelapnya
Seolah dia tak mau kalau aku kedinginan
Dan saat aku sedih dia hadirkan binang yang berkelip diangkasa yang begit indah
Seolah menghiburku
Walaupun dari kejauhan
Bintang berkelip seolah tertawa
Dan meyakinkan aku
Kalau aku tak akan sedirian lagi
Dan dia berjanji aku akan menemanimu di sepanjang waktu…
Sampai aku nanti tutup usia…Aku begitu terharu melihat semua ini…
Hanya satu yang akan aku ucapkan…TERIMAKASIH KARNA KAU MENEMANI DAN MENG HIBUR HIDUPKU…
DARIKU… SANG PENDERITA DALAM HIDUP…
Secara pribagi, saya pernah merasakan seperti pada puisi penderitaan hidup di atas, namun dengan kesabaran dan semangat, saya berhasil melewati penderitaan itu. Walaupun hidup saya saat ini masih banyak cobaan, namun saya selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan. Bagaimana dengan kamu sobat, apakah pernah mengalami atau sedang mengalami penderitaan hidup?

