Usaha Berhasil

PUISI ISLAM

- - Rating : 5

PUISI ISLAM. Assalamualaikum ya sohib… mudah-mudahan ente semua dalam keadaan sehat jasmani rohani hingga dapat berkunjung kesini untuk membaca puisi-puisi islami terbaik dan terbaru dari koleksi puisi cinta romantis web berita. Di sini ana sebagai sang mediator pelantar yang telah mengumpulkan beberapa puisi islam terbaik karya sohib-sohib ana yang tidak bisa ana sebutin namanya satu persatu karena selain belum tahu juga belum kenal :D

Puisi Islami

Puisi Islami

Oke deh sob darimana ente nunggu terlalu lama buat ngebaca “puisi islam” yang bakal ana perlihatin gratis di sini, jadi ana minta ente hayati betul-betul makna puisi puisi islami berikut ini, yah… ^_*

PUISI ISLAM – Puisi Islami
Di sana, di Libanon sana
Setumpuk jasad terbujur kaku di balik reruntuhan kota
Sekelompok manusia berkejaran bersama desingan peluru
Ada jerit ketakutan, ada jerit kemarahan
Kemarahan akan eksistensi bangsa babi dan kera
Ada tangis kepedihan, ada pula tangis kesedihan
Kepedihan akan ketiadaan pembelaan dunia
Darah telah tertumpah bersama ruh yang terlepas dari raga
Di balik panasnya cuaca atau ledakan yang tersisa
Debu-debu terbang menembus batas pertahanan
Tenaga telah habis, terseok menelusuri sisa-sisa kehidupan
Ada diam yang membisu di kegelapan
Menggigil, seakan udara dingin tak mau kompromi
Menanti detik-detik yang tak tahu apa
Menanti ditemani suara-suara yang menyejukkan
“Masih ada Allah bersama kita”
“Masih ada Allah yang membela”
“Walau dunia tak peduli, Aku masih punya Allah”
“Tak ada kata menyerah”

Di sana, di Palestina sana
Anak kehilangan ibu, istri kehilangan suami
Sekelompok manusia berdiri menatap ke satu arah
Air mata telah kering, pun isakan tak tersisa
Bertanya dalam hati mereka, “Di mana rumah kami?”
Konspirasi demi konspirasi meluluhlantakkan harta, jiwa, dan raga
Pembantaian demi pembantaian tak kenal siapa dan bagaimana
Kemarahan, kesedihan, bermuara pada kobaran semangat
Gemeretak graham dan tulang-belulang terdengar jelas
Bangsa terlaknat !!! Allah ghayatuna, la takhof !! Allahu ma’ana
Ribuan manusia bergerak menuju satu titik
Kubah hijau telah penuh dengan manusia
Ada manusia serakah, congkak dan culas
Penuh nafsu menguasai dunia, memangsa nurani manusia
Ada pula manusia yang jiwanya hidup menanti janji
Janji dengan Rabbnya akan kenikmatan tiada akhir di surga
Bertemu bidadari bermata jeli
Perjuangan tiada akhir sejak dahulu kala
Tak ada kompromi dengan manusia-manusia terlaknat
Walau hanya sejengkal tanah sekalipun
Tanah air kami, adalah tanah air islam
Islam, tinggi dan tak ada yang lebih tinggi
“Allah ada di atas segalanya”

Di sini, Indonesia kita
Bencana demi bencana kian hari kian menuntut pengorbanan
Isak tangis kehilangan, kesedihan, dan kepasrahan kian terdengar
Walau di antaranya ada keluh yang terdengar pula, sedikit mungkin

Tapi lihat..!!!
Ada sekelompok manusia tengah bergembira, memainkan peran seorang penari
Dengan dalih kemerdekaan, merah putih, pahlawan
Perzinahan, perampokan, pembantaian, pun tak terelakkan
Ada manusia yang tengah menikmati empuknya kasur nan harum
Sambil menikmati tontonan tak bermutu
Lalu seketika tercetus,
“Urus saja diri masing-masing”
“Orang jauh-jauh tak usah dipedulikan”
“Hidup ini sudah enak, tak usah disusah-susahkan”
Tak peduli dengan keberadaan manusia di belahan bumi yang lain
Ada pula sekelompok manusia mengambil kesempatan
Meraup lembar demi lembar kertas bernama uang
Menjajah manusia lain demi pangkat dan harta
Lalu berkata, “Merdeka !!”

Tapi tunggu…!!!
Masih ada gelombang manusia yang menyerukan perlawanan
Masih ada gelombang manusia mengulurkan tangan
Walau hanya segelintir saja, mereka para mujahid
Mereka kah yang dikatakan golongan orang yang Allah lindungi?
Entahlah, aku tak bisa menyelami hati mereka
Apa karena Allah? Atau karena yang lain?
Mudah-mudahan hanya karena Allah saja mereka berbuat

Wahai mujahid !!!
Aneka kehidupan telah terhampar nyata di bumi
Lantangkan suaramu dan tetaplah waspada
Luruskan barisanmu, dan kokohkanlah
Bersihkan niatmu, dan bersabarlah
Tak ada kata tunduk terhadap kebathilan
Tak ada kata menyerah menyerukan al-haq
Berikan apa saja yang bisa engkau berikan
Hingga desah nafasmu yang terakhir
Allah akan menggantikannya dengan yang terbaik
Maukah kalian wahai pencari syahid ?

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah : 111)
NB : Puisi ini kupersembahkan untuk siapa saja yang terbuka nuraninya untuk melihat keadaan dunia ini, dan ikut berbuat untuk membantu al-haq di dalamnya.
—————————————-
TAHAJJUDKU….

Digelap malam hening
Sunyi..
Aku hanya dapat diam!
Dzikirku dihadapanMu
Tangisku ………
Mengingat dosa yang kian
Banyak menumpuk
Sujud syukurku padaMu Illahi
Ku sadar….
Aku hanya manusia biasa
Yang tak punya teman…
Sendiri, menyendiri dalam sepi
Hati yang gelisah
Hilang dalam lautan tangis
PadaMulah ya Allah
Aku bersimpuh
—————————————-
Wahai sang mujahid sejati
Indahnya kisah perjuanganmu
Hanya terbayang dalam khayal
Keperkasaan dan keberanianmu
Hanya terpahat dalam jiwa
Dan kehebatan pengorbananmu
Hanya tergambar dalam angan
Sementara kami hanya baru mampu membaca,
Merenungi, memahami dan menghayatinya
Lalu berusaha tu’ menyemai tekad
Meniti jalan yang telah kau tempuh
Mamafkanlah kami, karena baru bias mendengar
Semuaya tentang dirimu, belum bias meneladani
Namun semangat dan jiwa perjuanganmu,
Telah tertanam kuat dalam jiwa kami
Pemikiran-pemikiranmu telah terpahat kuat
Dalam relung hati kami
Ya Allah…tuhan semesta alam
Amunilah kami atas segala kekurangan
Kumpulkanlah kami bersamanya
Dalam barisan Syuhada-Mu
—————————————-
Allah menegurku…
Lewat perantaraan..
Sahabat-sahabat terkasih…
Di dunia…

Malu aku…
Kemana pengetahuan…
Lari begitu saja, tak berbekas…
Sirna…

Ah…bodohku…
Sungguh malu….akan pertanyaan…
Mestinya, itu tak ku utarakan…
Pada mereka…

Astaghfirullah…
Tapi…. ku yakin…
Allah sayang sekali…padaku…
Sehingga ku ditegurnya…

Ya…semua itu tak perlu…
Jadi pertimbanganku…
Cukup dua hal saja…
Agama…dan Akhlakul kharimah…
—————————————-
Seorang teman berkata :
“Yang pasti Allah sayang ama elu”
Sungguh, kata-kata nan sejuk basahi hatiku…
Dingin …
Kata-katanya bagai oase…

Ya….
Allah sudah pasti Cinta kita…
Tapi… manusia, dunia dan seisinya….
Belum tentu cintai kita…
Kita terlalu terbuai fatamorgana..

Sedangkan…
Zat yang pasti mencintai kita….
Kita lupakan…. bahkan…
Kita kesampingkan….
Jadi nomor sekian dari hidup kita….

Akhirnya…
Hanya kecewa dan kesedihan…
Bahkan bertubi-tubi ujian dan masalah..
Menerpa kita….
Semua karena… kita lupakan…DIA…

Padahal…
Zatnya tetap ada…mengawasi kita…
Penuh kasih…penuh Cinta…
Mengajak untuk selalu kembali…
Pada pelukan Kasih Sayang-NYA…

Ya Allah…
Terima tobatku…
Aku kembali…pada-Mu…Aamiin…

“Allah, Allahu Rabbi…Laa usyriku bihi syai’aa…” >> Allah, Allah Tuhanku, tidak akan aku sekutukan-Mu dengan apapun…
—————————————-
Allah Maha Baik…
Dia kirimkan padaku..
Malaikatku…dan…
Penghiburku…

Ya, dua orang yang berbeda…
Satu nun di sana…
Satu di sini…
Keduanya nyata…

Yang di sana…
Sudah lama ku kenal..
Yang di sini…
Baru saja aku tahu…

Yang di sana…
Benar-benar malaikatku…
Yang di sini..
Entahlah…aku tak tahu…

Yang disana…
Sudah terseleksi..
Yang disini…
Tak mau aku berjudi…

Yang nun disana…
Selalu maju saat ku gelisah..
Yang disini..
Baru saja buatku sumringah…

Hanya aku tahu…
Keduanya datang..
Dari Rabbku..
Tuk hibur hariku…

Ya…mereka dua orang yang berbeda…
Tapi mereka sama….
Dihadirkan Rabbku
Tuk cerahkan hariku…
—————————————-

Nah… gimana sob dengan kumpulan “PUISI-PUISI ISLAM” di atas, bagus kan ? tentu dong… :D sebelum ente beranjak kabur dari blog ini, mending baca juga puisi rindu dan puisi cinta 2012 setelah itu baru deh klik like ya biar temen-temen ente tahu kalau ane punya puisi islam bagus ^_^ Wassalam…



Bantu Sebarkan Artikel Ini Ya, Klik Tombol di Bawah / Klik Like ;):

PUISI ISLAM Twitter