Berita Terbaru

Trend Minggu Ini

Advertisement

Iklan 300x250

Terlalu Banyak teman di Facebook sebabkan stres

Sebuah penelitian dengan mengambil metode polling mengungkapkan bahwa memiliki banyak teman di Facebook lebih menjadikan sang pemilik account lebih mudah stres.

Mungkin bagi sebagian pengguna Facebook khususnya mereka yang baru saja beranjak dari fase anak-anak ke remaja, memiliki banyak teman di Facebooknya adalah suatu kebanggaan. Mereka yang bangga memiliki banyak teman di friendlist-nya akan merasa bahwa mereka terkenal.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Edinburg Business School, Skotlandia menyatakan bahwa ternyata hal yang tersebut di atas tidak selamanya benar. Banyak orang yang memiliki teman di account Facebooknya malah lebih mudah stres.

"Stres tersebut akan muncul apabila dia merasa tidak begitu 'mendapat perhatian' dari teman-teman yang dia miliki di Facebook," ungkap peneliti seperti yang dikutip Cnet (26/11).

Tidak hanya itu saja, peneliti juga ungkapkan bahwa semakin seseorang tersebut tidak bisa lepas dari account Facebooknya, maka dia akan lebih mudah stres dengan toleransi sama seperti dia memiliki banyak teman di accountnya.

Penelitian yang melibatkan 300 sukarelawan yang rata-rata masih sekolah dan memiliki usia kisaran 21 tahun tersebut menemukan bahwa ada 7 pemikiran sebelum seorang pengguna Facebook menambahkan seseorang lain dalam daftar pertemanannya.

Dari 7 pemikiran tersebut, ada 5 pemikiran yang memiliki persentase tinggi yaitu sekitar 97% karena telah mengenal sebelumnya (di dunia nyata), 81% keluarga, 80% saudara, 69% teman dari teman dan yang terakhir adalah karena faktor lingkup kerja atau akademis yang sama (65%).

Memang tidak dapat dipukul secara rata bahwa beraktivitas di Facebook adalah buruk. Namun, tidak hanya sekali ini saja, banyak penelitian lain yang dilakukan dengan hasil kurang lebih sama. Seperti contohnya adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Canterbury, New Zealand baru-baru ini.

So, pilihan tetap di tangan pengguna internet, apakah dengan menjadi 'pecandu' Facebook dapat membuat hidup lebih ceria?

Sumber : Merdeka.com