-

Iklan

Jasa Websitewww.idwebdesain.comJasa Pembuatan Website Mudah Cepat dan Profesional.arrow
Agen Propertywww.yanaproperty.comCari Rumah, tanah, ruko dan Apartemen Klik Disini.arrow
Jasa tamanwww.jasatamanjakarta.comJasa Pembuatan Taman Jakarta .arrow
Pasang Iklan di Siniwww.weberita.comPasang iklan Anda di sini, hanya 35 ribu / bulan.arrow

Ditemukan arca prajurit Sriwijaya berusia seribu tahun

Warga Dusun Cawang Baru, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, kembali menemukan arca manusia tanpa kepala. Arca tersebut mirip dengan prajurit zaman Kerajaan Sriwijaya.

Arca ditemukan di perkebunan kopi, dan sudah banyak mengalami kerusakan serta beberapa bagian banyak hilang dan rusak, seperti leher dan kepalanya. Bentuk arca ini mirip seorang prajurit sedang duduk di atas balok kayu, dan menggunakan aksesoris kerajaan berupa selempang di bahu kiri, ikat pinggang, tombak dan kalung, termasuk gelang.

"Kalau melihat dari bentuknya bisa jadi arca yang baru ditemukan di Dusun Cawang Baru, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara itu merupakan peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya, karena menggunakan tombak ukuran cukup besar, ukiran di tangan dan ada hiasan mirip prajurit," kata Peneliti Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti, seperti dikutip antara, Selasa (6/3).

Menurutnya, penemuan ini cukup luar biasa karena baru di Pagaralam ini ada arca menggunakan tombak ukuran cukup besar, lebih besar dibandingkan dengan yang sudah pernah ditemukan di Desa Gunung Megang, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat.

"Memang daerah Pagaralam dan Lahat, dahulunya merupakan penyangga Kerajaan Sriwijaya, sehingga wajar kalau arca tersebut mirip dengan prajurit," ujar dia pula.

Dia mengatakan, jika dilihat dari motif yang terdapat pada arca itu, diperkirakan sudah berumur sekitar 600 hingga 1.000 tahun.

"Pada masa itu sudah mengenal besi untuk melakukan pemahatan, termasuk membuat arca tersebut," kata dia lagi.

Dia menjelaskan pula bahwa motif arca itu juga menunjukkan merupakan peninggalan abad ke-10 hingga 14 Masehi, sedangkan Kerajaan Sriwijaya masuk Palembang sekitar abad ke-7 Masehi.

Namun, kata Kristantina, secara sekilas temuan itu diprediksi peninggalan Kerajaan Sriwijaya, karena bisa dilihat dari berbagai perlengkapan yang terdapat pada arca tersebut.

"Kita sudah memprogramkan penelitian berbagai temuan baru peninggalan megalitik di Kota Pagaralam, seperti arca, kubur batu, tapak tangan batu, prasasti dan sejumlah penemuan lainnya," kata dia.

Penelitian dan pendataan akan dilakukan Balai Arkeologi Palembang bekerjasama dengan BP3 Jambi di semua kecamatan yang telah ditemukan ratusan peninggalan megalitik dalam berbagai jenis, seperti batu datar, dolmen, tetralith, lumpang batu dan lesung batu di daerah Pagaralam.

Sementara petugas Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3 Jambi) wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai mengatakan, cukup banyak ditemukan megalit di daerah Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, namun temuan arca terbanyak di daerah Pagaralam.

"Kita minta agar masyarakat dan pemerintah setempat tidak melakukan penggalian sendiri terhadap arca yang baru ditemukan tersebut, sebelum tim Balai Arkeologi dan BP3 Jambi melakukan penelitian," ujarnya.

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda

Blog ini DOFOLLOW Silahkan berkometar sesuai artikel yang nyepam langsung di banned