-

Iklan

Jasa Websitewww.idwebdesain.comJasa Pembuatan Website Mudah Cepat dan Profesional.arrow
Agen Propertywww.yanaproperty.comCari Rumah, tanah, ruko dan Apartemen Klik Disini.arrow
Jasa tamanwww.jasatamanjakarta.comJasa Pembuatan Taman Jakarta .arrow
Pasang Iklan di Siniwww.weberita.comPasang iklan Anda di sini, hanya 35 ribu / bulan.arrow

7 Perbatasan paling menakutkan di dunia

7 Perbatasan paling menakutkan di dunia
Perbatasan identik dengan kisah mencekam dan menakutkan. Bahkan, banyak orang dihukum berat karena ketahuan menyeberangi perbatasan.

Perbatasan menjadi kawasan terlarang yang dikuasai militer. Siapa pun yang melewatinya akan diganjar hukuman berat. Berikut adalah tujuh perbatasan paling menakutkan di dunia, seperti dilansir Travelandleisure.

1. Perbatasan Kolombia dan Panama

Perbatasan yang terletak di antara Panama dan Kolombia, yang dikenal sebagai Darien Gap (celah Darien), merupakan wilayah hutan dan rawa yang belum terjamah. Hutan ini dikuasai oleh kaum gerilya dan kelompok paramiliter.

2. Perbatasan China dan Korea Utara

Dulu, dua wartawan Amerika dihukum 12 tahun kerja paksa di Korea Utara. Mereka diduga menyeberang secara ilegal ke Korea Utara dari China pada tahun 2009.

3. Perbatasan Irak dan Iran

Beberapa perbatasan kadang tidak memiliki tanda jelas. Dalam beberapa kasus, sebagian orang ditangkap karena tidak sengaja melintasi perbatasan tanpa tanda.

4. Perbatasan Pakistan dan Afghanistan

Celah Khyber adalah sebuah rute perdagangan penting yang menghubungkan antara Afghanistan dan Pakistan. Sekarang, perbatasan ini telah diklaim oleh militan bersenjata, termasuk Taliban.

5. Perbatasan Rusia dan Ukraina

Perbatasan Rusia dan Ukraina terkenal dengan kisah premanisme dan perampokan di kereta. Betapa mencekam situasi malam di perbatasan.

6. Perbatasan Kenya dan Somalia

Perbatasan negara-negara yang dilanda perang terbilang cukup menakutkan. Bahkan, konflik bersenjata di perbatasan Kenya dan Somalia masih
sangat mencekam.

7. Perbatasan Myanmar dan Thailand

Siapa pun yang melewatu perbatasan ini akan ditangkap sebagai mata-mata. Meski ancaman ini tidak main-main, aktivis kemanusiaan tetap memberikan bantuan medis dan pendidikan untuk pengungsi etnis minoritas di Myanmar.

Warga perbatasan punya hak sama dengan semua WNI lainnya. Sayangnya, mereka acap kali dilupakan dan tertinggal. Mereka tak harus merasakannya, jika pemerintah lebih tanggap dan perhatian.

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda

Blog ini DOFOLLOW Silahkan berkometar sesuai artikel yang nyepam langsung di banned