-

Iklan

Jasa Websitewww.idwebdesain.comJasa Pembuatan Website Mudah Cepat dan Profesional.arrow
Agen Propertywww.yanaproperty.comCari Rumah, tanah, ruko dan Apartemen Klik Disini.arrow
Jasa tamanwww.jasatamanjakarta.comJasa Pembuatan Taman Jakarta .arrow
Pasang Iklan di Siniwww.weberita.comPasang iklan Anda di sini, hanya 35 ribu / bulan.arrow

Seperti di Singapura, Gratifikasi Seks Juga Mungkin Terjadi di Indonesia

Mantan komandan Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF), Peter Lim menerima imbalan jasa seks dari 3 wanita yang menjadi rekanannya. Otoritas Singapura mengkategorikan kasus ini sebagai gratifikasi. Nah, berkaca pada kasus tersebut, di Indonesia pun hal ini sangat mungkin terjadi.

"Sangat mungkin modus suap atau korupsi seperti ini juga terjadi di Indonesia," kata anggota Komisi III DPR, Indra SH, saat berbincang, Kamis (7/6/2012).

Politisi PKS ini memberi contoh, ketika KPK beberapa waktu lalu menangkap seorang politikus berinisial AN pada 2008 lalu. Dalam penangkapan itu, KPK ikut membawa seorang wanita yang diduga sebagai bonus. Kasus AN itu bisa menjadi acuan.

"Karena itu, hal seperti ini perlu diberlakukan dan diterapkan di Indonesia. Contohnya saja kasus suap AN beberapa waktu lalu, kan diduga kuat wanita yang bersama AN merupakan paket suap," tutur Indra.

Walau sebenarnya soal pemberian gratifikasi itu sudah jelas diatur, tapi soal seks itu memang tidak disebutkan jelas. Namun demikian, bisa saja soal seks itu ikut dimasukkan dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

"Pasal 11 dan 12 UU No 20/2012, memungkinkan paket suap berupa wanita atau seks dikategorikan tindak pidana korupsi," jelasnya.

Sebelumnya, Mantan komandan Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF), Peter Lim menerima imbalan jasa seks dari 3 wanita yang menjadi rekanannya. Otoritas Singapura mengkategorikan kasus ini sebagai gratifikasi. Sebabnya, semasa menjabat, Lim mendapatkan pelayanan seks dari wanita-wanita tersebut sebagai imbalan atas kontrak proyek teknologi informasi yang didapatkan oleh perusahaan wanita-wanita tersebut.

Pria berusia 51 tahun ini ditangkap oleh Biro Investigasi Korupsi Singapura pada Januari lalu. Kemudian pada Februari lalu, Lim diberhentikan dari jabatannya.

Otoritas Singapura telah berhasil mengidentifikasi ketiga wanita yang terlibat kasus ini. Ketiganya diketahui memegang posisi penting di perusahaan masing-masing. Mereka adalah Pang Chor Mui selaku General Manager Nimrod Engineering, Lee Wei Hoon selaku Direktur Singapore Radiation Centre, dan Esther Goh selaku Direktur Pengembangan Bisnis NCS Private Limited.

Sumber : Detik.com

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda

Blog ini DOFOLLOW Silahkan berkometar sesuai artikel yang nyepam langsung di banned