-

Iklan

Jasa Websitewww.idwebdesain.comJasa Pembuatan Website Mudah Cepat dan Profesional.arrow
Agen Propertywww.yanaproperty.comCari Rumah, tanah, ruko dan Apartemen Klik Disini.arrow
Jasa tamanwww.jasatamanjakarta.comJasa Pembuatan Taman Jakarta .arrow
Pasang Iklan di Siniwww.weberita.comPasang iklan Anda di sini, hanya 35 ribu / bulan.arrow

Inilah 5 Alasan Aneh Pria Menolak Kondom saat bercinta

Sebagai piranti yang dapat mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual, kesadaran untuk memakai kondom tentu sangat diharapkan, terutama kaum Adam. Walaupun mayoritas kondom digunakan untuk kalangan pria (ada kondom khusus untuk wanita), manfaat kondom dapat dinikmati oleh para wanita, khususnya dalam hal pencegahan penyakit seksual menular.

Sayangnya, tak semua pria mau memakai kondom. Inilah beberapa alasan aneh dan menyebalkan mengapa mereka tak mau memakai kondom walaupun sudah mengetahui manfaat dari alat kontrasepsi ini.

1. Kehamilan Adalah Tanggung Jawab Wanita

Oke, memang benar bahwa wanita mendapat berkah untuk mengandung selama 9 bulan, tetapi apakah kehamilan itu datang begitu saja tanpa campur tangan pria? Para wanita bisa memakai beberapa alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, misalnya saja susuk, pil KB, IUD dan lain sebagainya, tetapi alat kontrasepsi tersebut hanya bertujuan untuk mencegah kehamilan. Sedangkan kondom memiliki fungsi lain sebagai alat pencegah penularan penyakit seksual.

Jika pasangan Anda mengatakan kehamilan adalah tanggung jawab Anda, maka pasangan Anda harus tahu bahwa Anda juga berhak untuk aman dari virus HIV dan penularan penyakit seksual lainnya.

2. Tidak Ada Kondom Yang Ukurannya Pas Dengan Milikku

Alasan ini memang menyebalkan. Banyak pria yang merasa bahwa 'junior' miliknya terlalu besar jika harus dilapisi karet yang ukurannya sangat kecil. Mereka sering berpikir bahwa ukuran semua kondom kecil dan tidak akan cukup melapisi junior mereka yang (mereka yakini) berukuran besar.

Kita (dan produsen kondom) tahu bahwa penis pria memiliki ukuran yang berbeda-beda, baik panjang maupun diameternya. Karena itu agak janggal jika pasangan Anda berpendapat bahwa tidak ada kondom yang ukurannya pas dengan junior mereka. Produsen kondom telah mengeluarkan kondom berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga jumbo.

3. Seks Lebih Nyaman & Nikmat Tanpa Kondom

Kita sering mendengar alasan dalam bentuk pengandaian, "Makan pisang tidak akan enak jika dengan kulitnya," oh dear.. penis Anda bukan pisang! Bahan pembuat kondom beberapa dekade yang lalu memang terasa tebal sehingga mengurangi rasa nyaman dan kenikmatan saat berhubungan seksual, baik bagi pria maupun wanita, yang sering dikatakan rasanya seperti karet.

Tetapi sekarang.. kondom diciptakan dengan bahan yang tipis sekaligus elastis sehingga tidak akan mengurangi kepuasan Anda dan pasangan. Dengan ketebalan yang sangat tipis, lembut dan seperti kulit asli, para pria akan nyaman memakainya. Walaupun kondom tersebut tipis, tetapi tidak mengurangi fungsinya sebagai pengaman dari kehamilan dan penularan penyakit seksual.

4. Bau Kondom Sangat Aneh Sehingga Mengurangi Gairah

Sama seperti point ketiga, kondom yang terbuat dari latex beberapa dekade yang lalu memang memiliki aroma (yang menurut beberapa orang) tidak enak, mirip aroma karet. Parahnya, aroma tersebut membuat para pria dan wanita mendadak turn off. Banyak laporan yang datang, sehingga produsen kondom tidak diam saja melihat fenomena ini.

Jika sekarang para pria masih mengeluhkan hal yang sama, maka itu adalah alasan yang konyol. Sudah banyak produsen kondom yang mengeluarkan kondom dengan aroma yang lembut, seperti tisu. Bahkan dengan berbagai aroma dan rasa buah-buahan. Tak ada lagi alasan kondom berbau karet.

5. Aku Sudah Tes Kesehatan dan Bersih, Percayalah!

Pasangan Anda bisa jadi sudah melakukan tes kesehatan yang menyatakan bahwa dia sehat dan tidak memiliki bibit untuk menularkan penyakit seksual pada Anda. Tetapi kapan tepatnya tes kesehatan itu? Sebulan yang lalu? Setahun yang lalu? Jika beberapa hari yang lalu dia berhubungan seksual dengan wanita yang membawa penyakit seksual, maka kemungkinan besar hasil tes kesehatannya tidak berlaku lagi.

Bukan berarti kami meminta Anda untuk tidak percaya pada pasangan, tetapi siapa lagi yang paling peduli dengan kesehatan Anda jika tidak Anda sendiri. Pemakaian kondom hanya pencegahan terhadap kehamilan dan penyakit seksual menular. Pastikan juga bahwa Anda dan pasangan sama-sama setia, baik dari hati maupun kegiatan seksual. Jika Anda tak yakin, pastikan kondom menjadi pengaman Anda.

Sumber : VEMALE.com

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda

Blog ini DOFOLLOW Silahkan berkometar sesuai artikel yang nyepam langsung di banned